Sabtu, 27 Agustus 2016

Banyak orang takut ngomong? Bener Ga Sich?

Survei yang dilakukan oleh The People’s Almanac Book of list terhadap 3000 orang di Amerika mengenai hal yang paling mereka takutkan didalam hidup. Dan ternyata orang Amerika mayoritas lebih berani mati ketimbang Public Speaking kerena kematian berada diurutan ketujuh sementara Public Speaking menempati urutan pertama, mengalahkan : Ketinggian, Serangga dan Hama termasuk bangkrut.
630 orang atau sekitar 21% (urutan teratas) dari para responden mengatakan bahwa hal yang paling mereka takutkan adalah Public Speaking. Jadi, jika anda mengalami hal yang sama, don’t worry be happy.
No
Hal yang ditakuti
Jumlah (jiwa)
Persentase (%)
1
Berbicara di depan publik
630
21
2
Ketinggian
510
17
3
Serangga dan hama
360
12
4
Masalah Keuangan
360
12
5
Air yang dalam
360
12
6
Penyakit
270
9
7
Kematian
270
9
8
Terbang
240
8
Total
3.000
100

Sumber : Public Speaking Mastery, Ongky Hojanto  

Ini ni Alasan kenapa harus Belajar Public Speaking (2)

1
.       Penelitian Asosiasi MBA dunia terhadap lulusan program MBA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah soft skill lebih berperan dalam peningkatan karir. Salah satu komponen soft skill adalah kemampuan komunikasi lisan

2.      Survey oleh Thomas J Neff dan James M Citrin (1999) dalam buku mereka berjudul Lesson FromThe Top. Kepada 50 nama orang-orang mereka orang tersukses di Amerika. Menemukan 10 rahasia sukses mereka (Ten Common Traits of the Best Business Leaders ): Passion , Intelligence and clarity of thinking, Great communication skills

3.      Paul A. Argenti, Professor of Management and corporate communication Tuck School of Business at Dartmouth mengatakan : “If you want to be a leader, you had better be able to communicate.”
Public Speaker dalam hal ini Motivator atau Trainer adalah profesi termahal diIndonesia saat ini. Para pembicara TOP Indonesia dibayar kisaran 30-120 juta untuk 3 jam – 8 jam seminar.i

So udah tau kan gimana dahsyatnya manfaat dari public speaking? Jangan ragu lagi, segera bergabung bersama kami untuk bersama meningkatkan kualitas public speaking.

Ini ni Alasan kenapa harus Belajar Public Speaking (1)


Ada banyak hal yang membuat Anda harus Belajar Public Speaking, khususnya dalam bentuk presentasi, pidato atau orasi :
1
.     Public speaking adalah momok yang menakutkan sehingga banyak orang yang akan menghindari hal ini. Orang America lebih berani MATI dari pada berbicara di depan umum  – The People’s Almanac book of list

2.      IQ hanya menyumbang 20% terhadap kesuksesan & 80% disumbangkan oleh kecerdasan lain, termasuk Kecerdasan Emosional (EQ) – Dr.Daniel Goleman.Ph.D dalam bukunya, Emotional Intelligence (terjual 5 juta kopi dan di translate ke 40 bahasa). Salah satu kecerdasan dalam (EQ) adalah komunikasi lisan

3.      Employment Research  Institute tahun 2005 mengungkapkan hard skill hanya berkontribusi sebesar 18% terhadap kesuksesan seseorang. Sisanya, 82%, disumbangkan oleh kemampuan-kemampuan yang disebut soft skill. Salah satu komponen adalah kemampuan komunikasi lisan

4.      Survey National Association of Colleges and Employers  tahun 2002 di AS dengan subjek penelitian 457 pimpinan menyatakan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukanlah hal yang dianggap penting di dunia kerja. Jauh lebih penting soft skill, yang antara lain berupa kemampuan komunikasi, kejujuran, kerja sama, motivasi, adaptasi, dan interpersonal lain dengan orientasi nilai yang menjunjung kinerja yang efektif.

Elemen public speaking menurut Aristoteles

Aristoteles menyampaikan sebuah teori tentang bagaimana untuk bisa mempengaruhi orang lain. teori tersebut terdiri atas tiga elemen besar yaitu Ethos, Pathos, dan logos.
1. Ethos
ketika seorang sedang berpidato atau berceramah sesorang tersebut harus memiliki pengetahuan yang luas serta harus memiliki kepribadian yang terpercaya dan status yang terhormat.
dalam sebuah pidato seorang sangat diharamkan untuk mengatakan
"Saya bukan ahlinya dalam hal ini" atau "saya baru diberitahu harus berpidato" walaupun sebenarnya memang tidak siap namun, kalimat tersebut tidak boleh di ucapkan karena akibatnya akan menimbulkan rasa ketidakpercayaan dari audience terhadap apa yang di sampaikan dalan pidato yang akan disampaikanan.
2.Pathos
Untuk membujuk audience mau melakukan ada yang kita ingikan perlu adanya proses emosional.  yang dimaksud proses emosional ini bukan berarti marah marah, melainkan dilakukan dengan menyentuh hati dan perasaan pendengar.
contoh:
Orator: apakah saudara mau melihat keluarga kita mati di tepian jalan???
            apakah saudara tega melehat mereka kelaparan??
Sudah barang tentu audience menjawab tidak, disini disampaikanlah apa yang menjadi keingainan orator. misalkan " marilah bersama kita mengayomi rakyat miskin" .
3. Logos

Orang di jaman ini sudah sangat kritis terhadap hal-hal yang didengar atau di ketahuinya, maka untuk dapat meyakinkan orang lain perlu adanya bukti bukti yang otentik dan memang benar benar terbukti. penyajiannya dapat disampaikan dengan menyebutkan hadits, peraturan  pemerintah, ataupun ayat Al-Qur'an